Jumat, 04 Februari 2011

IMPLIKASI PRAGMATIS TINDAK TUTUR GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR DI KELAS X SMA NEGERI 4 SINGARAJA



oleh

Ni Made Yeni Handayani
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Bahasa dan Seni


ABSTRAK
Penelitian ini termasuk penelitian pragmatik yang tujuannya mengarah pada pendeskripsian (1) konstruksi kebahasaan yang mendukung implikasi prag­matis tindak tutur guru, (2) ragam implikasi pragmatis, dan (3) hasil atau efek yang ditim­bulkan oleh ujaran yang mengandung implikasi pragmatis terhadap lawan bicara (perlokusi) dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas X SMA Negeri 4 Singaraja.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data atau subjek penelitiannya melibatkan sembilan orang guru dan tiga orang mahasiswa PPL Real yang mengajar di kelas X SMA Negeri 4 Singaraja. Objek penelitian difokuskan pada wacana-wacana percakapan dan situasi ujar yang terjadi dalam kegiatan belajar-mengajar. Teknik observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Data berupa tuturan guru didoku­men­tasikan dalam kaset rekaman dan kartu data. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan disajikan dalam ben­tuk deskriptif.

Terdapat dua jenis konstruksi keba­­ha­saan, meliputi pertama, kalimat tunggal dan kalimat majemuk (dilihat dari kalimat berdasarkan bentuknya). Kedua, kalimat deklaratif, kalimat imperatif, dan kalimat interogatif (dilihat dari kalimat berdasarkan makna­nya). Kalimat dengan pola subjek dan predikat serta kalimat majemuk setara merupakan kalimat yang paling dominan ditemukan. Ragam implikasi pragmatis dite­mukan sebanyak sembilan belas macam, yaitu meminta, menyu­ruh, mengingat­kan, mena­sihati, mengharapkan, melarang, menyetujui, menolak, menilai (berang­gapan), marah, kecewa, mengakui, mengan­cam, meng­khawatir­kan, mengajak, menegas­kan, keheranan, kesenangan, dan kera­guan. Masing-masing implikasi pragmatis tersebut mem­berikan pengaruh atau efek tertentu terhadap lawan bicara (per­lokusi). Diperoleh enam belas per­lokusi meliputi, tertawa, tersenyum, kean­tusiasan mengikuti pel­ajaran, bercanda, melaksanakan permin­taan, diam, malu, menolak, terkejut, heran, mengeluh, mengakui, takut, memberi­kan dukungan, meminta maaf, dan berseru.

Sejalan dengan temuan tersebut, disarankan kepada penyusun kurikulum, penyusun buku pelajaran bahasa Indo­nesia, dan para guru bahasa Indonesia agar mengusahakan tercip­tanya peluang-peluang bagi pengembangan kreativitas pembelajar dalam proses belajar-mengajar untuk mewujudkan penguasa­­­an implikasi pragmatis serta tindak tutur.

Kata kunci: pragmatik, implikasi pragmatis, konstruksi kebahasaan, perlokusi, dan tuturan guru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut

Total Tayangan Laman